Senin, 25 Mei 2015

Diklatnis Komputer Lanjutan : "Sosialisasikan Manfaat Teknologi Informasi"



Cianjur- Cipanas (Hotel LTC Villa Lotus) | Selasa, 26 Mei 2015

Diklat Teknik Komputer Lanjutan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Cianjur tanggal 18 sampai 27 Mei 2015 mensosialisasikan untuk memanfaatkan teknologi informasi secara berkesinambungan dan terarah, dimana setiap peserta diharapkan dapat memanfaatkan dan mengaplikasikan secara maksimal di lingkungan kerjanya  teknologi informasi tersebut yang dapat memudahkan dan membantu sebagian dari tupoksinya.

Materi diklat yang diberikan kepada peserta diklat seperti Aplikasi Perkantoran, penggunaan surat elektronik (email), dan penggunaan media sosial di pemerintahan (Facebook, Blog) dan Aplikasi Pusdatin yang dijadikan sebagai dasar pengetahuan dan keterampilan yang menjadikan peserta diklat dapat berkerja  dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Sumber : M. Irfan Fansyuri, A.Md (Peserta Diklatnis Komputer Lanjutan)

Sabtu, 23 Mei 2015

Menjaga Kesehatan Sebagian dari Iman

Manusia terdiri dari jiwa dan raga, oleh karena itu menjaga raga merupakan suatu keharusan. Dengan raga yang bugar, kita dapat melakukan aktivitas yang melibatkan kegiatan secara fisik dan mental (spiritual).  Diriwayatkan bahwa Nabi mengatakan:Orang yang kuat lebih disukai oleh Allah dari pada orang yang lemah. Hadits ini menekankan bahwa seorang muslim  harus menjaga kesehatan.
Sebagai seorang yang beriman kita fahami bahwa sehat atau sakit sejatinya adalah datang dari Allah, dan syari’at sebagai jalan atau cara timbulnya sehat atau sakit.  Jika kita kaitkan dengan sehat-sakit (sebagai hakekat) yang datang dari Allah Swt dan usaha atau ikhtiar (sebagai syare’at) yang dijalani manusia, maka akan dapat terumuskan sebagai berikut:

Ikhtiar: Menjaga                             =          Sehat
Ikhtiar: Mengumbar kesehatan     =          Sakit


Dari rumusan di atas dijelaskan bahwa melalui ikhtiar menjaga kesehatan seperti menjaga pola makan dengan menu yang seimbang,  makan dan minum yang bergizi, menghindari segala sesuatu yang dapat merugikan atau merusak kesehatan tubuh dan menjaga kebersihan akan menghasilkan sehat, yang pada hakekatnya sehat itu datang dari Allah Swt. Dan sebaliknya apabila tidak menjaga kesehatan dengan berperilaku kebalikannya, maka yang didapat adalah sakit. Dan pada hakekatnya sakit juga datang dari Allah Swt.


Kita semua percaya bahwa sehat itu datang dari Allah, sebagaimana konsep sederhana yang telah dipaparkan di atas, maka sudah kewajiban mukmin untuk menjaga tiap-tiap anugrah yang telah dilimpahkan-Nya termasuk juga kesehatan. Menjaga kesahatan artinya tidak merusaknya, menjaganya dari semua yang dapat merusak baik secara perlahan atau cepat. Tidak mengkonsumsi makanan yang tidak baik bagi tubuh alias makanan yang diharamkan syara’ juga merupakan usaha menjaga kesehatan. Karena pada intinya makanan tersebut diharamkan adalah karena membahayakan bagi kesehatan. 

Termasuk dari perbuatan merusak kesehatan diri adalah dengan tidak menjaganya dan mengkonsumsi makanan/minuman yang tidak baik dan berakibat buruk hingga kematian. Artinya segala sesuatu yang jika dikonsumsi secara terus menerus baik secara perlahan atau sekaligus menyebabkan rusaknya tubuh adalah termasuk ke dalam makanan/minuman yang tidak baik untuk dikonsumsi.  Allah berfirman:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi..! “ (QS 2:168)

Jelas Allah memerintahkan kepada manusia untuk mengkonsumsi yang halal  dan yang baik-baik saja. Dan tidak memerintahkan untu berbuat kerusakan atas setiap anugrah  yang allah  berikan.

Allah berfirman:

Janganlah engkau berbuat kerusakan di muka bumi..

Iman meliputi tiga perkara yaitu iman bil Lisan, bil Qolbi, dan bil Arkan. Artinya keimanan tidak cukup hanya dibuktikan dengan lisan atau ucapan saja, dibutuhkan tekad atau pengakuan hati terhadap kebenaran Allah yang Esa, dan wujud tindakan dalam pembuktian keimanan itu. Perbuatan kita baik itu mematuhi perintahnya atau melanggar larangannya menjadi cermin bagi keimanan kita masing-masing. Wujud dari iman bil arkan dalam hal ini adalah tentu saja menjaga kesehatan.


Kepada para pembaca sekalian, seperti kita semua tahu, bahwa keimanan seseorang tidak bisa diukur hanya dari satu perbuatan saja. Kita tidak bisa katakan muslim yang menghina muslim lainnya sebagai orang yang tak beriman atau imannya tipis. Atau kepada dua orang yang gemar bermain catur sementara adzan berkumandang lalu mereka mengabaikan suara adzan tersebut dan meneruskan permainannya, tentu kita tidak bisa mengatakan iman mereka hanya setebal kulit bawang. Bahkan terhadap orang yang berbuat zina sekali pun Rasul tidak menyebut dia sebagai seorang yang murtad, tetapi termasuk kepada perbuatan dosa besar, meskipun ketika melakukan perbuatan tersebut imannya terlepas sementara. Dan tidak bisa juga dipastikan seorang yang gemar sodaqoh memiliki keimanan yang kuat. Siapa tahu sodaqoh yang mereka lakukan bukan dikarenakan iman, tetapi justru karena  ria dan penyakit hati lainnya.

Jadi keimanan seseorang tidak bisa kita ukur begitu saja. Hanya Allah azza wa jalla yang maha tahu siapa diantara hambanya yang paling beriman. Sebagai hambanya kita hanya melihat hal itu melalui ciri-ciri, tetapi ciri-ciri tersebut bukan untuk kita jadikan senjata untuk menghukumi beriman-tidak atau kuat-lemahnya iman saudara se-agama kita.
Wallahu A'lam

Dikutip dari : http://semangat-share.blogspot.com